Rahasia Agar Hati Ikhlas Menurut Al-Qur’an dan Sunnah

Al-Qur'an

Dalam pandangan syariat, syarat diterimanya amal ibadah seseorang adalah ikhlas. Ikhlas adalah murni, tidak bercampur dengan yang lain. Hatinya selalu terpaut kepada Allah Ta’ala.

Kedudukan ikhlas dalam Islam sangat tinggi hingga mereka yang memiliki sifat ini (mukhlas) tidak dapat digoda dan dihasut setan. Bahkan Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanya melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim)

Beberapa ayat Al-Qur’an tentang Ikhlas:

1. Katakan Ibadahmu hanya untuk Allah semata.

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Katakanlah, ‘Sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan Semesta Alam. (QS. Al-An’am: 162)

2. Ikhlaskan Ibadah Semata-mata hanya kepada Allah.

قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ
Katakanlah, “Tuhanku menyuruhku untuk berlaku adil. Dan hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap salat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula. (QS Al-A’raf: 29)

3. Sembahlah Allah dengan Tulus.

فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya. (QS Ghafir: 14)

4. Tulus dan Ikhlas Beragama.

هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Dialah yang Maha Hidup, tidak ada tuhan selain Dia. Maka sembahlah Dia dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. (QS Ghafir: 65)

5. Menyembah Allah dengan Ikhlas.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
Padahal mereka hanya diperintah untuk menyembah Allah dengan ikhlas dalam beragama secara lurus, dan juga agar mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat. Dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar). (Q.S Al-Bayyinah: 5)

6. Berkurbanlah dengan Ikhlas.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Maka laksanakanlah salat dan berkurbanlah semata-mata karena Tuhanmu. (QS Al-Kautsar: 2)

7. Perintah Ikhlas secara Langsung.

اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنَاۤ اِلَيۡكَ الۡكِتٰبَ بِالۡحَقِّ فَاعۡبُدِ اللّٰهَ مُخۡلِصًا لَّهُ الدِّيۡنَ


Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. (QS. Az-Zumar:2)

load Aplikasi Maungaji untuk belajar Mengaji dengan Ustadz – Ustadzah di Seluruh Indonesia

Leave a Reply